Bupati Romanus : Untuk Kimam Belum Ada Investasi Sama Sekali

  • 25 Jun 2024 15:54 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Pemerintah Kabupaten Merauke melakukan pertemuan bersama masyarakat Makleo dan Kima-kima Distrik Kimaam dalam rangka mengklarifikasi keresahan masyarakat terkait keberadaan investasi di Distrik Kimam Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Audiens yang berlangsung di lantai 2 Kantor Bupati Merauke itu dihadiri langsung Bupati Romanus Mbaraka, Ketua MRP Papua Selatan, Wakil ketua komisi B DPR Kabupaten Merauke, pimpinan OPD dan masyarakat Makleo dan Kima-kima.

Bupati Kabupaten Merauke Romanus Mbaraka menegaskan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Merauke belum mendapat permohonan resmi tentang Investasi di wilayah Makleo dan Kimam atau di Distrik Tubang, Ilwayab, Tabonji, Padua, Kontuar, Waan dan Distrik Kimaam.

“ Sampai dengan hari ini belum ada satu suratpun atau pemberitahuan atau audiensi resmi pihak manapun atau investor itu kira-kira masalah yang pertama. Dari hasil dengar pendapat dengan DPR yang saya mendapat laporan juga catatan tentang adanya kapal yang ada helikopter diatas lalu ada peralatan diatasnya, saya tegaskan untuk Kapal sampai dengan hari ini saya belum tahu persis itu kapalnya siapa, karena saya belum diberitahukan secara resmi sebagai Kepala Daerah,” ungkap Romanus Mbaraka di Merauke, Selasa (25/6/2024).

Dikatakan dari beberapa penjelasan, kapal tersebut milik salah satu pengusaha batubara di Kalimantan. Tetapi hingga saat ini dirinya belum mengetahui dan melakukan audiensi resmi bersama investor tersebut terkait keberadaan kapal sehingga dipastikan bahwa belum ada investasi yang masuk ke wilayah tersebut.

“ Dari kunjungan kerja Menteri Pertanian di Merauke yaitu untuk mendorong optimalisasi lahan (Optal) seluas 60.000 hingga 63.000 hektar lahan yang mau dioptimalkan. Ini lahan punya rakyat, punya masyarakat jadi lahan yang selama ini masyarakat tanam padi, palawija itu yang dioptimalkan dan lahan itu tersebar di berbagai kawasan, sehingga total semua lahan yang dioptimalkan seluas sekitar 60.000 – 63.000 hektar,” ucapnya.

Bupati Romanus menuturkan lahan ini akan diupayakan agar petani mampu meningkatkan produktifitasnya, karena selama ini dari lahan eksisting 63.000 hektar pada Musim Tanam 1 atau rendengan hanya mampu terealisasi seluas 37.000 hektar, karena hanya mengharapkan air tadah hujan sehingga biaya produksi cukup mahal dalam mengelola manajamen air untuk kebutuhan perairan di sawah dan perkebunan.

“ Investasi skala besar untuk daerah Okaba khususnya wilayah Makleo dan Kimam itu hingga hari ini belum ada, ini penjelasan resmi saya dan ini bisa dikeluarkan disemua Media Massa,” ujar Bupati Romanus.

Berkaitan dengan mendorong optimalisasi lahan, peluang ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat Merauke karena Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto cukup memberikan atensi yang sangat luar biasa dalam mewujudkan Indonesia menjadi kecukupan pangan karena diperkirakan tahun ini akan diperhadapkan dengan musim kemarau yang cukup keras, sehingga diprediksi akan terjadi Minus Pangan.

“ Sekarang saya beritahu resmi, kita sudah tidak bisa lagi mencari benih padi itu susah sekali benih untuk tanaman padi, karena negara-negara yang tadinya menjual benih atau pengekspor benih sekarang sudah tidak lagi masuk di sini bahkan beras juga sudah tidak masuk lagi ke Indonesia dari thailand juga sudah batasi india juga sendiri batasi, sekarang kita mau tidak mau kita harus bisa mencukupkan pangan lokal kita,itu penjelasan awal saya tentang investasi dan sampai hari ini saya belum dapat nanti saya akan cek karena kapal yang ada itu didorong sekalian kemarin dengan pemerintah pusat pak menteri pertanian itu lagi dorong alat-alat pertanian di sini begitu, “Ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....